Klinik Ibnu Sina

12 Februari 2008

Epidemi HIV di Indonesia Tercepat di Asia

Filed under: Berita Media, HIV/AIDS — Tag:, , , — klinik ibnu sina @ 10:44 am

Perkembangan epidemi HIV di Indonesia termasuk tercepat di kawasan Asia, meskipun secara nasional angka prevalensinya tergolong rendah. Hingga akhir September 2007, Departemen Kesehatan melaporkan penambahan pasien AIDS sejumlah 2.190 orang pada 2007 atau menjadi 10.384 orang secara kumulatif.

”Informasi ini masih mengonfirmasikan fakta tingginya laju pertambahan jumlah infeksi baru, di mana Indonesia dewasa ini tercatat sebagai negara dengan laju epidemi tercepat di Asia,” ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Dr Nafsiah Mboi kepada pers usai mendampingi kunjungan penasihat khusus Sekjen PBB untuk program HIV dan AIDS di Asia Pasifik, Dr Nafis Sadik, Jumat (8/2).

Menurut Nafsiah, epidemi HIV di Indonesia telah berlangsung selama 20 tahun. Sejak 2000, epidemi tersebut sudah mencapai tahap terkonsentrasi pada beberapa sub-populasi beresiko tinggi. ”Dengan prevalensi lebih dari lima persen, yaitu pengguna napza suntik (penasun), wanita penjaja seks (WPS), dan waria,” jelasnya.

Situasi ini, kata Nafsiah, menunjukkan bahwa pada umumnya Indonesia berada pada tahap epidemi terkonsentrasi. Namun, di Papua dan Irian Jaya Barat, sudah lebih jauh. Di Papua telah terjadi penyebaran HIV melalui hubungan seksual berisiko pada masyarakat umum dengan prevalensi lebih dari satu persen. ”Situasi di Tanah Papua menunjukkan tahapan telah mencapai generalized epidemic,” tegasnya.

Saat ini, data-data HIV serta indikator kesehatan yang tersedia cenderung melaporkan kondisi untuk jangkauan usia 15-49 tahun, 20-29 tahun, dan usia di bawah 20 tahun. Di luar jangkauan usia tersebut sangat kurang data atau analisis yang dilakukan baik pada tingkat nasional maupun subnasional.

Secara global, diperkirakan pada 2007 ini terdapat 30,6 juta hingga 36,1 juta orang dengan HIV dan AIDS (Odha). Walaupun ditemukan bahwa jumlah infeksi baru telah menurun, namun masih terjadi infeksi baru sejumlah 6.800 orang per hari dan 5.700 orang meninggal akibat HIV dan AIDS setiap hari Remaja 15-24 tahun adalah populasi paling berisiko yang cukup tinggi, mencapai 52 persen pada penasun, 45 persen pada penjaja seks, dan 31 persen pada pelanggan penjaja seks. Diperkirakan pada 2007 akan terjadi jumlah infeksi baru HIV yang terbesar pada kelompok usia 15 hingga 19 tahun.

Data ini juga didukung temuan Survei Surveilans Perilaku, Departemen Kesehatan, pada 2003 dan 2005. Terlihat bahwa jumlah remaja yang melakukan hubungan seks pada tahun terakhir yang berganti-ganti pasangan, serta yang mencoba menggunakan narkoba, meningkat secara bermakna, khususnya pada remaja laki-laki.

Melihat kondisi itu, Dr Nafis Sadik sengaja datang ke Indonesia untuk mengetahui sejauh mana perkembangan epidemi HIV, khususnya yang disebabkan karena infeksi transmisi seksual. Sadik berkunjung ke Indonesia pada 2-5 dan 8 Februari lalu. Ia menyatakan pentingnya mencegah HIV epidemi di Indonesia pada saat jumlah orang yang terinfeksi masih rendah.

Belajar dari pengalaman di Indonesia yang berhasil dalam mempromosikan Keluarga Berencana (KB), Sadik menyatakan cara serupa bisa diterapkan dalam program HIV. Promosi kesehatan reproduksi dan seks adalah hal utama. Kita perlu bekerja sama untuk memastikan anak-anak muda memiliki informasi dan akses pelayanan yang mereka perlukan.*** (eye)

***Harian REPUBLIKA

1 Komentar »

  1. Wabah epidemi HIv tidak akan dapat di cegah lajunya yang sangat dasyat apabila tidak adanya penegakan hukum di Indonesia. Dan hukum yang layak di terapakn umat manusia siapapun dia dan di negara manapun juga adalha syariat allah yang bersumber dari alquran dan as sunnah.

    J

    Komentar oleh kakboedi — 5 Juni 2009 @ 9:36 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: