Klinik Ibnu Sina

25 Januari 2008

Penyebaran HIV Masuk ke Populasi Umum

Filed under: Berita Media, HIV/AIDS — Tag:, , , , , — klinik ibnu sina @ 9:07 am

Peningkatan kasus HIV saat ini telah merambah ke populasi umum, terutama ibu dan bayi, di sejumlah tempat melalui hubungan seksual berisiko.

Menurut Koordinator Sistem Pelaporan dan Informasi Komisi Nasional AIDS Wenita Indrasari, Kamis (24/1), dalam diskusi di Jakarta, epidemi HIV sudah mencapai tahap terkonsentrasi pada subpopulasi berisiko tinggi dengan prevalensi lebih dari 5 persen, yakni pengguna napza suntik, pekerja seks komersial, dan waria.

”Indonesia adalah negara dengan laju epidemi tercepat di Asia,” kata Weni. Hingga akhir September lalu, Departemen Kesehatan melaporkan penambahan pasien AIDS 2.190 orang atau menjadi 10.384 secara kumulatif.

Remaja adalah populasi berisiko tinggi akibat meningkatnya jumlah remaja berhubungan seks tidak aman dan mencoba menggunakan narkoba, khususnya pada remaja pria.

Jakarta

Kini DKI Jakarta menjadi provinsi dengan angka estimasi kelompok risiko tinggi tertular HIV tertinggi di Indonesia. Diperkirakan, jumlah orang dewasa berisiko tinggi terinfeksi HIV 854.340 orang dan tingkat prevalensi HIV 3,24 persen. Jumlah estimasi ODHA 27.670 orang dan jumlah kumulatif ODHA 2.565 kasus.

Kepala Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS DKI Jakarta Rohana Manggala menyatakan, penyebaran HIV di DKI Jakarta sudah terkonsentrasi dan merambah ke populasi umum, termasuk ibu dan anak. Menurut estimasi, tahun 2007 jumlah kasus infeksi baru HIV pada anak ada 160 orang. Jumlah kumulatif anak dengan HIV/AIDS mencapai 300 orang.

Jika pencegahan tidak segera dilakukan, jumlah kumulatifnya pada tahun 2012 bisa mencapai 964 orang. ”Karena itu, program pencegahan HIV dari ibu ke anak harus terus dilakukan, antara lain melalui konseling, operasi caesar ibu hamil dengan HIV/AIDS, dan pemberian susu formula pada bayi,” katanya.

Pihaknya menargetkan penjangkauan efektif kelompok risiko tinggi transmisi seksual dan jarum suntik 80 persen dengan target perubahan perilaku 60 persen tiap kelompok—diperkirakan bisa mencegah infeksi baru HIV 16.000 kasus pada 2010.

”Estimasi kebutuhan dana tahun 2008, Rp 268,1 miliar. Rinciannya, biaya pencegahan Rp 139,6 miliar, pengobatan, dukungan, dan perawatan Rp 80,1 miliar, kebijakan, advokasi, administrasi, dan riset Rp 48,3 miliar,” kata Rohana.

Pelayanan kesehatan bagi ODHA dilakukan di 11 rumah sakit rujukan dan 30 puskesmas di Jakarta. (EVY)***

***Sumber: Harian KOMPAS 

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: