Januari – Maret merupakan masa puncak wabah demam berdarah dengue (DBD). Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Sumsel H M Adjad mengimbau masyarakat untuk mewaspadai wabah DBD yang merupakan penyakit endemik saat musim hujan.
”Jumlah kasus DBD ini akan kami pantau terus karena sewaktu-waktu jumlah penderitanya bisa melonjak tiba-tiba,” ujarnya. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan, jumlah penderita tertinggi biasanya terjadi pada Januari. ”Pada 2007 lalu, jumlah penderita pada Januari mencapai 1.239 kasus, dan Februari 833 kasus,” kata Adjad Selasa (22/1) kemarin.
”Sedangkan untuk bulan ini, hingga 21 Januari, penderita DBD yang tercatat baru berjumlah 68 kasus,” tambahnya.
Karena itu,dia mengkhawatirkan akan terjadi pergeseran puncak wabah DBD menjadi Februari atau Maret mendatang. Dia melanjutkan, siklus wabah DBD sangat tergantung pada pola cuaca.
”Jadi, jika pola cuaca berubah akibat global warming misalnya, maka siklus DBD juga bisa bergeser,” ujar Adjad. Hingga saat ini,lanjut dia, obat DBD belum ditemukan sehingga penanganan yang paling tepat adalah pencegahan penyebarluasan penyakit tersebut.
”Untuk mencegah DBD, paling efektif dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Minimal saluran air harus dijaga kebersihannya,” katanya.
Ahli epidemiologi ini juga mengimbau agar masyarakat Kota Palembang lebih waspada dalam menghadapi musim hujan ini.
”DBD ini paling banyak menyerang masyarakat di perkotaan. Untuk daerah Sumsel sendiri, 90% kasus DBD berasal dari Kota Palembang,” terangnya.
Dia menambahkan, hampir seluruh kabupaten di Sumsel pernah mengalami wabah DBD. ”Hanya Musi Rawas yang saat ini masih bebas dari DBD. Jumlah kasusnya di sana 0% alias tidak ada,” tambah Adjad.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Syahrul Muhammad menuturkan, pihaknya hingga saat ini belum mempersiapkan program khusus untuk mewaspadai wabah DBD. ”Sampai sekarang belum tampak lonjakan jumlah kasus yang signifikan, tapi akan kami awasi terus perkembangannya,” kata Syahrul. (CR-16)***
***Sumber: Harian SINDO




